Rakyat Kalbar, Sintang – Perwakilan masyarakat dari lima kabupaten di wilayah timur Kalimantan Barat kembali menegaskan tekad bersama untuk memperjuangkan pembentukan Daerah Otonomi Baru Provinsi Kapuas Raya. Tekad tersebut mengemuka dalam Musyawarah Akbar Persiapan Pembentukan Provinsi Kapuas Raya yang digelar di Hotel May Home, Sintang, Senin (5/1/2026).

 

Musyawarah ini dihadiri perwakilan masyarakat dari Kabupaten Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu. Seluruh peserta datang dengan satu tujuan, yakni memperkuat persatuan dan mengonsolidasikan gerakan masyarakat agar wilayah timur Kalimantan Barat segera memiliki provinsi sendiri.

 

Kegiatan tersebut mengusung tema “Persatuan adalah Tolak Ukur Keberhasilan Pemekaran Provinsi Kapuas Raya” dengan subtema “Gerakan Akar Rumput Melawan Diskriminasi Pembentukan Provinsi Kapuas Raya”. Tema ini mencerminkan semangat kolektif masyarakat yang menilai pembangunan di wilayah timur Kalbar masih tertinggal dan membutuhkan percepatan melalui pemekaran provinsi.

 

Para peserta sepakat bahwa pembentukan Provinsi Kapuas Raya merupakan langkah strategis untuk mendorong pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperpendek rentang kendali pemerintahan. Meskipun hingga kini pemerintah pusat masih memberlakukan moratorium pemekaran daerah, masyarakat timur Kalbar memilih tetap menjaga semangat perjuangan agar aspirasi tersebut tidak padam.

 

Perwakilan dari masing-masing kabupaten menyampaikan optimisme bahwa perjuangan pembentukan Provinsi Kapuas Raya akan terus berjalan meski dihadapkan pada berbagai tantangan. Mereka sepakat untuk memperkuat gerakan akar rumput dan menjaga soliditas agar perjuangan ini tidak berhenti di tengah jalan.

 

Salah satu peserta, Rudy Andryas, yang mewakili masyarakat Serawai–Ambalau, menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan Provinsi Kapuas Raya. Menurutnya, dukungan tersebut lahir dari harapan besar masyarakat agar pembangunan di wilayah timur Kalimantan Barat dapat berjalan lebih adil dan merata.

 

“Saya, Rudy Andryas, hari ini dipercaya masyarakat untuk mewakili aspirasi di DPRD Kabupaten Sintang. Dalam kesempatan ini, saya ingin menyampaikan dukungan, baik secara pribadi maupun dari masyarakat Serawai–Ambalau, agar pembentukan Provinsi Kapuas Raya ini bisa terwujud,” ujarnya.

 

Rudy yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Sintang menyatakan kesiapannya untuk terlibat langsung dalam perjuangan tersebut. Ia menilai pembentukan Provinsi Kapuas Raya bukan sekadar agenda politik, melainkan perjuangan historis masyarakat timur Kalimantan Barat.

 

“Secara pribadi, saya ingin menjadi bagian dari sejarah pembentukan Kapuas Raya. Harapan kami, provinsi ini nantinya berpusat di Kabupaten Sintang sehingga dapat menjadi penggerak pembangunan bagi seluruh wilayah timur Kalimantan Barat,” katanya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Rudy juga membakar semangat para inisiator dan peserta musyawarah agar tetap optimis dan tidak terpengaruh oleh pandangan pesimistis. Ia mengajak seluruh pejuang Kapuas Raya untuk terus melangkah dengan keyakinan.

 

“Saya berharap kepada teman-teman yang menjadi ujung tombak dan penggagas kegiatan ini agar jangan takut dan jangan khawatir. Maju terus, tetap optimis, dan tinggalkan pemikiran-pemikiran yang hanya melemahkan perjuangan,” tegasnya.

 

Musyawarah akbar ini menjadi bukti bahwa semangat masyarakat timur Kalimantan Barat untuk memiliki Provinsi Kapuas Raya masih menyala. Dengan persatuan yang kuat dan gerakan akar rumput yang solid, masyarakat berharap aspirasi tersebut suatu saat mendapat ruang dan perhatian dari pemerintah pusat. (AL)