Rakyat Kalbar, New Delhi — Pebulu tangkis unggulan ketiga asal Indonesia, Jonatan Christie memastikan langkah ke babak kedua India Open 2026 setelah menundukkan wakil Singapura, Jia Heng Jason Teh, dalam dua gim langsung 21-16, 21-10. Kemenangan ini terasa istimewa karena diraih di tengah insiden kurang mengenakkan yang terjadi sepanjang pertandingan, Rabu (14/1/2026)

Jonatan mengawali laga tersebut dengan percaya diri. 

 

Sejak gim pertama, Pebulutangki berusia 28 tahun itu mampu memimpin perolehan angka sambil membaca kondisi lapangan, termasuk arah angin yang cukup berpengaruh. Namun, saat pertandingan memasuki fase krusial, ia mulai merasakan kejanggalan pada shuttlecock yang digunakan.

 

Jonatan mengaku sentuhan kok terasa berbeda—lebih kencang dari biasanya. Awalnya ia mengira pergantian shuttlecock terjadi secara normal, tetapi kecurigaan muncul saat bola berpindah ke tangannya. Ia melihat adanya tanda seperti petikan kuku pada shuttlecock, sesuatu yang tidak lazim ditemukan pada kok baru. Petikan tersebut, menurutnya, bisa membuat laju bola menjadi tidak stabil dan semakin berbahaya karena ia sedang berada dalam posisi diuntungkan oleh angin.

 

Meski tidak melihat langsung momen terjadinya tindakan tersebut dan pihak service judge menyatakan semuanya terlihat bersih, Jonatan menegaskan bahwa sebagai pemain, ia bisa merasakan perbedaan yang signifikan. Bukti fisik pada shuttlecock memperkuat perasaannya, meski hingga pertandingan berakhir sang lawan tidak mengakui adanya pelanggaran.

 

Alih-alih memperpanjang polemik, Jonatan memilih bersikap dewasa. Ia menegaskan pertandingan telah selesai dan tidak perlu dibesar-besarkan. Fokusnya kini sepenuhnya tertuju pada laga berikutnya.

 

Di babak kedua, Jonatan akan menghadapi Yushi Tanaka dari Jepang. Mengingat kekalahan yang ia alami dari lawan yang sama di Australia sebelumnya, Jonatan berharap bisa tampil jauh lebih baik dengan persiapan yang lebih matang.

 

Kemenangan ini bukan hanya menunjukkan ketangguhan Jonatan secara teknis, tetapi juga ketenangan mentalnya dalam menghadapi situasi yang tidak ideal—sebuah modal penting untuk melangkah lebih jauh di India Open 2026. (*)